Cinta...adalah satu kata
Berjuta makna, mencipta beraneka rasa
Tenggelam dalam rasa
Yang tak menentu...
Benarkah atau hanya...
Menjadi perasaan peran utama
Dirinya...yang menjadi tambatan hati
Tak melulu menjelma seperti angan berharap
Adakah rasa yang masih selalu diselami
Meskipun terasa pahit
Hidup adalah sebuah pilihan...
Yang sarat akan resiko
Besarnya resiko....
Tak harus menjadi penghalang untuk melangkah
Yakinkan pada Illahi dan jadikan Dia sebagai jaminan
Kuatkan iman, teguhkan ketakwaan
Al-Hafidz lah yang tak pernah lalai
Dalam menjaga dan mengawasi makhluk-Nya
Semoga semua usaha dan do'a selalu berbuah manis untuk diri dan keluarga terutama...
Semoga...dia akan mendatangi diri dengan keridhoan dan kelapangan hati yang disisinya, kelak...
Bismillah...menyambut ajakan hangatnya, berkah-Nya yang selalu diharap dari sebuah pilihan dalam hidup ini...
Pelukis Harap Dengan Tanyanya
Diposting oleh
rahima
di
Senin, Juli 20, 2009
Tak ada masalah yag tak ada jalan keluarnya
Pasti...diri inipin mengakuinya
Namun apa harus aku bersyukur atas semuanya
Atau memang aku harus memasrahkannya
Bebatuan tajam itu membuatku tersandung sudah
Tak jelas bagaimana kisah
Hati dan jiwa terus mendesah
Usaha menyembuhkan hati yang sakit parah
Sungguh...diamku itu bukan kebisuan
Bukan juga penyesalan
Tapi suatu obat kedamaian
Yang coba aku usahakan
Semua berjalan dengan ingin
Meski akhirnya meninggalkan tanya
Tak mengapa menanti angan
Hingga tak ada lagi bimbang dan ragu
Allah...aku masih senantiasa berharap
Engkau membimbingku
Menemukan segala hal yang menyergap
Jiwa dan Egoku
Hinga saat ini, aku tak pernah tau
Sampai kapan jiwa ini hidup
Atau aku terpaksa gurau
Untuk menghibur segala gundah yang dirasa???
Bermain kepalsuan di sisi hati yang terkoyak...
Aku tunggu kepastian
Akan sebuah tanya yang selaluku ajukan
Kuharap cepat
Sehingga ketenangan dapat kuakrabi
~Rahima~ sang pelukis tanya dan harapan itu...
Pasti...diri inipin mengakuinya
Namun apa harus aku bersyukur atas semuanya
Atau memang aku harus memasrahkannya
Bebatuan tajam itu membuatku tersandung sudah
Tak jelas bagaimana kisah
Hati dan jiwa terus mendesah
Usaha menyembuhkan hati yang sakit parah
Sungguh...diamku itu bukan kebisuan
Bukan juga penyesalan
Tapi suatu obat kedamaian
Yang coba aku usahakan
Semua berjalan dengan ingin
Meski akhirnya meninggalkan tanya
Tak mengapa menanti angan
Hingga tak ada lagi bimbang dan ragu
Allah...aku masih senantiasa berharap
Engkau membimbingku
Menemukan segala hal yang menyergap
Jiwa dan Egoku
Hinga saat ini, aku tak pernah tau
Sampai kapan jiwa ini hidup
Atau aku terpaksa gurau
Untuk menghibur segala gundah yang dirasa???
Bermain kepalsuan di sisi hati yang terkoyak...
Aku tunggu kepastian
Akan sebuah tanya yang selaluku ajukan
Kuharap cepat
Sehingga ketenangan dapat kuakrabi
~Rahima~ sang pelukis tanya dan harapan itu...
Langganan:
Postingan (Atom)
